It’s just an iseng-iseng action of mine. I know that my voice is biasa-biasa aja, and even it’s totally awful wkwk. Btw just share this for your happiness! Hahaha let’s laugh it out loud, babe!
Help, i have done it again
I have been here many times before
Hurt myself again today
And, the worst part is there’s no one else to blame
Be my friend
Hold me, wrap me up
Unfold me
I am small
I’m needy
Warm me up
And breath me
Ouch i have lost myself again
Lost myself and i am nowhere to be found
Yeah i think that i might break
I’ve lost myself again and i feel unsafe
Be my friend
Hold me, wrap me up
Unfold me
I am small
I’m needy
Warm me up
And breath me
Be my friend
Hold me, wrap me up
Unfold me
I am small
I’m needy
Warm me up
And breath me
Sia - Breathe Me
Sejalan dengan putaran detik jam dinding kamarku, ku terhanyut dalam suatu dimensi yang mereka namakan waktu. Bunyi detakkan itu seakan menampar keras batin ini, menyadarkanku atas suatu hal. Waktu. Bunyi, putaran, detik, ah!
Waktu? Sesaat kata itu melintasi pikiranku, sesaat itu pula batinku mengajak akalku berbicara dan berimajinasi akan hal yang bahkan tak pernah mereka duga untuk dipermasalahkan.
Aku terlalu larut dalam masalahku, mimpiku, ambisiku, dan nafsuku. Aku membuang waktu teramat mudah.
Satu hal yang tak pernah menjadi tujuan hidupku, cinta. Sejujurnya, aku bahkan tidak percaya cinta itu ciptaan Tuhan. Apa yang mereka perbincangkan itu sebatas kasih sayang sesama manusia, temporer, tak spesifik, palsu, dan terkadang memaksakan sesuai dengan ambisi besar mereka.
Aku tak ingin menghabiskan waktuku sia-sia dengan memipikirkan hal itu di hidupku. Selama ini, aku senang tanpa hal itu. Aku masih bernafas. Aku dan cita-citaku. Bukan aku dan cinta-cintaku.
Seandainya cinta itu memang bisa kulihat, atau setidaknya mampu aku rasakan, mungkin waktu yang kumiliki takkan aku buang begitu mudahnya.
Lihat, baru saja beberapa huruf demi huruf ini terketik di ponselku, akal dan batinku begitu membara untuk memperbincangkan hal ini. Aku mulai hanyut dalam emosiku.
Perasaan yang mereka buat dengan perpaduan emosi, nafsu, dan imajinasi itu terlihat lucu. Kau senang, sedih, despresi, hilang, terbang tinggi, terjatuh amat keras, terbutakan, dan lain sebagainya hanya karena sebuah rasa yang mereka ciptakan sendiri.
Aku hanya mulai memendam dan menghalangi akal dan batinku. Dengan kekosongan, aku bertanya pada setiap detikkan jam dinding kamarku, Adakah rasa yang datang dengan sendirinya? Adakah satu saja rasa itu yang memang ada untuk selamanya? Adakah rasa yang tak membuatku menjadi seseorang lain hanya karena untuk mempertahankan rasa itu? Adakah alasan satu saja untukku agar aku tidak membuang waktuku lebih lama lagi dalam merasakan keindahan, kesejatian, kebersamaan, keaslian, dan kemurnian rasa itu?
Aku butuh seseorang untuk meyakinkanku. Setidaknya menghalangi jam dinding itu untuk menertawakanku lebih dalam lagi. Lebihnya, untuk aku dan cintaku.
Ada yg tau nomer2 ini gak? +6282271297480 +6283879048803 +6285811600388. Yang tau tapi gak mau ngasih tau mandul loh hahahaha. Kalo tau mention gue aja ya @Rezhafs. Kebaikan kalian tak akan terlupakan ;)